Serba Serbi si 2 Tahun
August 19th, 2008
Aku posting artikel ini yang aku ambil dari ayahbunda online, kalo gak salah..lupa copy url-nya. Tapi ini pas banget dengan yang aku alamin sekarang-sekarang ini. Rasya udah banyak banget berulah. Handling big emotions..waduuh! mesti meningkatkan kadar sabar sampe setinggi mungkin
Artikelnya dulu yaa..nanti aku posting lagi bagaimana akrobat perilaku Rasya ketika memasuki usia 2 tahun dan udah mulai masuk sekolah rutin 2 kali seminggu. Hmm..banyak perubahan!
*Serba Serbi si 2 Tahun***
Pintarnya memang mengagumkan. Tapi ia suka membantah dan sulit diatur.
Anak diusia 2 tahun adalah masa-masa unik penuh ‘ketegangan’ sekaligus
kelucuan dan kebanggaan. Kelasakannya dan keingintahuan yang besar membuat
anak usia ini dijuluki *’The Terrible Two’* . Padahal dengan mengenal dan
memahaminya, sebutan *’The Terrific Two’* lebih pantas untuknya.
*Perkembangan Fisik***
* ***Bobot dan tinggi badang bertambah cepat. Proporsi kepala dan tubuhnya tidak
lagi 1:3 seperti di usia sebelumnya. Keterampilan gerak yang dicapai:
c) Keseimbangan & Koordinasi Meningkat
Tak lagi mudah terjatuh, ia mampu berlari cepat, memanjat, melompat dan
siap jungkir balik. Naik turun kursi dilakukannya dengan mulus.
Di sisi motorik halus, mampu memainkan benda dengan gerakan yang halus,
dan jarang menjatuhkannya. Ia dapat menyusun balok-balok besar dan
melepaskannya kembali.
(c) Suka Mengupil
Sebagai awal bereksperimen menggunakan jari tangan. Gerak motorik halus
jemarinya bisa mengambil sesuatu dari lubang hidungnya yamg sempit. Tantu ia
tak bermaksud jorok. Berikan saja selembar tissue atau sapu tangan agar
aktivitas ini tidak sampai melukai lubang hidungnya. Ajarkan juga bahwa
mengupil sebaiknya dilakukan di kamar mandi, saat ia mandi. Buktikan
kata-kata Anda dengan mengajak anak membersihkan rongga hidungnya sembari
mandi.
* *(c) Kadang Ngompol di Siang Hari
Karena sudah lancer bicara, seharusnya ngompol di siang hari tidak sering
terjadi. Mengenal keinginan untuk buang air kecil kadang-kadang sulit
untuknya sehingga ketika ia mengaakan, “Mau pipis”, urin sudah terlanjur
mengucur. Atasi dengan mengajaknya pipis setiap satu jam, dan tanggap ketika
ia berkata “Mau pupup”, meski kadang-kadang batal. Tak apa, ia sedang
mengenali tubuhnya.
*Pintar Bicara***
Kalimat yang diucapkan sudah lengkap meski kadang membingungkan. Sekali
pesannya sampai pada Anda, ia semakin aktif berbicara.
(c) Menyebut nama-nama benda
Paham perintah, kadang-kdang masih bingung menggunakan kata ‘mu’ dan ‘ku’.
Ia juga bereksperimen dengan nada suara.
(c) Beteriak menjadi cara meminta perhatian dan memaksa.
Yang awalnya ‘berlatih’ suara lalu jadi kebiasaan. Cegah hal ini dengan
memberi tahu ada cara lain yang lebih baik, yaitu berbicara. Bila anak anda
selalu berteriak saat meminta sesuatu, abaikan teriakannya.
(c) Mulai melawan
Apa yang ditawarkan padanya, jawabnya “Nggak mau”. Membujuk si kecil makan,
mandi, gosok gigi dan seterusnya membutuhkan konsistendi Anda. Sekali
mengatakan gosok gigi penting, perlawanan anak tak boleh dibiarkan. Gunakan
cara halus untuk membujuk. Melawan bisa jadi kebiasaan dan membuat orang tua
kehilangan kendali atas anak.
* *
*Perkembangan Sosial-Emosi***
Arahnya mulai positif. Ia mulai belajar tentang *relationship* dan
kadang-kadang dapat membayangkan bagaimana perasaan orang lain (empati).
Anak tahu apa yang ia mau, kemudian ia *bossy*.
(c) Mulai berminat bermain bersama teman, tapi hanya sebentar saja.
Mereka bermain bersama, tetapi tidak terjadi interaksi. ‘Acuh-acuh butuh’
merupakan ciri anak di usia ini yang seringkali tidak mau ditolong. Padahal
dilain kesempatan, ia menangis keras mencari-cari ibunya.
(c) Temper tantrum Karena ia tahu apa yang ia mau, dan sadar keinginannya bisa
terpenuhi bela ia mengamuk. Mengamuk juga bisa terjadi bila anak kelelahan.
Cari tahu penyebabnya bila si kecil mengamuk. Bila ia letih, tenangkan
dengan pelukan, kemudia ajak ia beristirahat. Bila mengamuk merupakan
caranya ia mendapatkan keinginannya, bantu anak menghindarkan diri dari
bahaya. Misalnya ia mengamuk dan membenturkan kepala, segera peluk si kecil
dan jelaskan keinginannya tidak bisa dipenuhi sekarang.
* *
*Perkembangan Berpikir Luar Biasa***
* *
Anak usia 2 thn yakin orang tuanya selalu tahu isi pikirannya. Hati-hati
berbicara di dekatnya. Ia bisa merasa cemas saat mendengar suatu masalah.
Ketrampilannya berpikir meningkat, dan ia tahu benda itu tetap ada jika
tidak tampak di depan matanya. Bahkan terkadang ia dapat menemukan benda
yang ‘hilang’ dengan mengandalkan ingatannya.
(c) Sulit membedakan mimpi, khayalan dan kenyataan.
Itu sebabnya saat tidur dan bermimpi, anak bisa mengangis serius. Bermain
pura-pura sangat dinikmatinya. Mengarang-ngarang gambar dilakukannya dengan
crayon dan kertas walau masih menyerupai benang kusut.
(c) Asyik dengan diri sendiri dan tidak ada kontak dengan orang lain perlu
diwaspadai.
Meski ia pintar tapi bila tak mau berinteraksi dengan orang lain, sering
celaka dan tak dapat berhenti sejenak, pertanda ada masalah. Segera bawa ia
ke dokter untuk mendeteksi kelainan yang mungkin dialaminya.
*Masalah Lain*
(c) Belum bisa makan sendiri di usia ini merupakan masalah meski tidak serius.
Umumnya anak usia ini sangat ingin makan sendiri sehubungan dengan
ketrampilan motorik halusnya. Tingkakan ketrampilan anak untuk makan sendiri
dengan melatihnya setiap saat. Memasukkan makanan ke dalam mulut menggunakan
tangan tidak sulit. Bila anak sudah melakukan itu, ketrampilan berikutnya,
makan menggunakan sendok segera ia minati.
Sediakan sepiring kecil makanan dan sendok, biarkan anak belajar menyendok
makanannya. Jangan takut berantakan, jangan takut kotor. Berantakan bisa
dirapikan dan kotor bisa dibersihkan. Ketrampilan anak anda lebih penting
ketimbang lantai rumah. Mengejar keterlambatan lebihlebih sulit dilakukan.
(c) Pilih-pilih makanan.
Anak usia 2 thn umunya ingin makan segala yang ada diatas meja makan, dan
ingin mencoba setiap makanan yang dimakan orang dewasa. Menghindarkan anak
dari aneka makanan, bisa menjadi salah satu penyebab anak pilih-pilih
makanan. Ia hanya mau makanan dengan rasa dan aroma yang sudah sangat akrab
dilidahnya, atau dengan tekstur makanan yang memudahkannya mengunyah. Karena
hanya itulah yang diterimanya selama ini. Perkenalkanlah anak dengan aneka
jenis makanan dengan berbagai tekstur. Anak belajar dari meniru, juga dalam
hal makan. Ajak anak makan bersama dan berikan ia makanan yang ingin ia
coba.
(c) Menolak toilet training bisa terjadi.
Ia memilih ngompol atau pup di celana ketimbang meminta diantar ke kamar
kecil. Ini bisa berlangsung sampai beberapa bulan setelah usianya yang
kedua. Menyebalkan? Tentu karena dalam hitungan bulan, si kecilakan masuk
kelompok bermain. Apalagi kemandirian merupakan syarat utama. Mengungkapkan
kebutuhan merupakan bagian dari kemandirian itu. Tentu anak tak perlu
dihukum atau ditakut-takuti. Jelaskan saja mengapa ia tak boleh ngompol atau
pup di celana. Kenalkan anak konsekuensi dengan memintanya membantu anda
membersihkan bekas ompolnya di lantai.
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed